Posts

Showing posts with the label Indonesia

Badai Banned Massal Channel Youtube, Dakwah dari Endin

Tulisan ini saya Copy Paste dari blog Endin Saripudin. Bahasanya sungguh mulia. Bisa menjadi Pelajaran bagi siapapun dan mengalamai kondisi apapun. Disampaikannya  setiap tindakan pasti akan membuahkan hasil, setidaknya mindset itu harus ditanamkan terlebih dahulu didalam pola fikir dan pola tindak kita sehari - hari. Pola fikir dan pola tindak yang bukan hanya melulu terpusat pada akun youtube setelah kena banned maupun yang akan kena banned melainkan pada setiak tindak tanduk kita pada setiap kelakuan dalam hidup. Baca juga : Chanel Youtube yang Tamak dan Rakus terhadap Viuwer ; Ceramah Singkat Sifat Tamak     Lengkapnya, lanjutnya Banyak yang mengambil jalan pintas dalam bertindak. Itu adalah pilhan, Sah - sah saja, hak perogeratif semua insan makhluk hidup sebagai bagian dari hukum HAM. Namun, jangan sampai lupa, ada apa dan siapa disebelah Anda, disekitar Anda hingga 40 rumah ke setiap penjuru dimana Anda berdiri; mereka pun memiliki hak hidup dan kebeb...

Hubungan Cina dan Indonesia Kembali Memanas

Image
SOAL NATUNA. Hubungan antara Cina dan Indonesia tak henti-hentinya memanas. Sekitar bulan maret tahun 2016 silam dikabarkan semacam konflik antara Kapal Kementrian dan Perikanan (KKP) dengan kapal Coast Guard Cina. Baca : Pidato Kebangsaan Hubungan Antar Negara Kini (2017) Indonesia dan Cina Kembali dikabarkan berseteru. Pemerintah China keberatan atas pengubahan nama Laut China Selatan menjadi Laut Natuna Utara oleh Indonesia. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut perubahan nama itu hanya pada wilayah Indonesia. "Saya kira tidak sampai ke situ. Yang disebut hanya sekitar Natuna saja. Biasa kadang-kadang ada nama lokal," ujar Wapres JK disela-sela kunjungannya di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (15/7/2017). "Ya tapi itu kan nama-nama itu belum terdaftar secara internasional. Jadi hanya penyebutan lokal saja," lanjutnya dalam DetikNews.com. JK mengatakan akan mempelajari jenis keberatan China terhadap Indonesia terkait dengan perubahan nama tersebut. ...

Artikel Gaul Bantuan dari Amerika - MAKALAH

Uang memang tidak bisa membeli segalanya, tapi tanpa uang tak akan ada segalanya. Agaknya begitulah yang diyakini oleh pemerintah Amerika Serikat dalam hal penggunaan dana militer. Sudah bukan rahasia lagi AS menjadi negara adikuasa dan mempunyai pengaruh kuat di dunia salah satunya lewat kucuran dana militer ke berbagai negara. Menurut laporan Kementerian Luar Negeri AS periode 2013-2015, sebanyak USD 5,9 miliar (Rp 77 triliun) digelontorkan pemerintah Negeri Paman Sam untuk memberi bantuan dana militer kepada berbagai negara. Angka itu adalah untuk tahun fiskal 2014. Dari laporan yang dirilis howmuch.net, November 2015, Israel dan Mesir menjadi dua negara paling besar menerima bantuan dana militer. Negeri Bintang Daud mendapat kucuran dana senilai USD 3,1 miliar atau setara Rp 40 triliun dan Mesir USD 1,3 miliar (Rp 17 triliun). Untuk itu simaklah makalah berikut  AMERIKA SERIKAT DALAM PERANG DINGIN DAN MENJADI NEGARA ADIDAYA Disusun guna untuk memenuhi tugas mataku...

Jokowi Memalukan Indonesia saat Bicara dengan Trump

Image
Sumber : Jonru Ginting JONRULOVERS. Jokowi sebagai Presiden Indonesia disebut memalukan saat berbicara dengan trump. Hal ini disampaikan oleh Jonru Ginting. “Sudahkah anda menonton video obrolan Jokowi dengan Trump, di mana Jokowi bicara terbata-bata pakai teks?” tanya Jonru. Ia menambahkan coba posisikan diri Anda sebagai Trump. Bayangkan apa yang ada di pikiran Anda ketika berhadapan dengan seorang presiden dari negara lain yang gayanya seperti itu. “Sebagai orang Indonesia, SAYA MALU. Saya bukan pendukungnya, tapi adegan tersebut telah membuat malu seluruh rakyat Indonesia, termasuk saya,” tegasnya. Dan ini bukan kejadian yang pertama, lanjutnya. Jonru kemudian mencontohkan kasus "I want to test my minister"? Ketika Jokowi tampil di acara the Center for East Asia Policy Studies di Brookings Institution, Washington, D.C, Amerika Serikat, Oktober 2015 lalu. Saat itu, Jokowi pun terlihat sangat kagok menanggapi lawan diskusinya yang semuanya pakai bahasa Inggris yang fa...