Artikel Gaul Bantuan dari Amerika - MAKALAH - JKW-TGB

Artikel Gaul Bantuan dari Amerika - MAKALAH



Uang memang tidak bisa membeli segalanya, tapi tanpa uang tak akan ada segalanya. Agaknya begitulah yang diyakini oleh pemerintah Amerika Serikat dalam hal penggunaan dana militer.

Sudah bukan rahasia lagi AS menjadi negara adikuasa dan mempunyai pengaruh kuat di dunia salah satunya lewat kucuran dana militer ke berbagai negara.

Baca Juga


Menurut laporan Kementerian Luar Negeri AS periode 2013-2015, sebanyak USD 5,9 miliar (Rp 77 triliun) digelontorkan pemerintah Negeri Paman Sam untuk memberi bantuan dana militer kepada berbagai negara. Angka itu adalah untuk tahun fiskal 2014.

Dari laporan yang dirilis howmuch.net, November 2015, Israel dan Mesir menjadi dua negara paling besar menerima bantuan dana militer. Negeri Bintang Daud mendapat kucuran dana senilai USD 3,1 miliar atau setara Rp 40 triliun dan Mesir USD 1,3 miliar (Rp 17 triliun).

Untuk itu simaklah makalah berikut

 AMERIKA SERIKAT DALAM PERANG DINGIN DAN MENJADI NEGARA ADIDAYA

Disusun guna untuk memenuhi tugas matakuliah Sejarah Amerika

Oleh:

Maftuhin       
120210302047

Kelas : B

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS  JEMBER
2014



KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan atas rahmat Allah SWT karena atas rahmat-Nya semata, penulisan makalah dengan judul “Amerika Serikat dalam Perang Dingin dan menjadi negara adidaya” dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

Dengan terselesaikannya penulisan makalah ini penulis menyampaikan terima kasih  kapada semua pihak yang membantu dalam penyelesaian makalah ini. Kami juga mohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini terdapat kesalahan dalam penulisannya. Kami selaku penulis juga berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak terutama akivitas Akademika di Universitas Jember.


Jember, 7 Mei 2014

Penulis


DAFTAR ISI

Kata Pengantar……………………………………………………….…...….……ii
Daftar Isi…………………………………………………………….………...….iii
BAB 1. PENDAHULUAN……………………………………………….....…….1
1.1         LatarBelaikang…………………………………………………....…….…1
1.2         RumusanMasalah……………………………………………....……….…2
1.3         Tujuan…………………………………………………………....…..........2
BAB 2. PEMBAHASAN……………………………………………….....….…...3
2.1    Latar belakang Perang Dingin.…………………………………….....……3
2.2    Peran Amerika Serikat dalam Perang Dingin..……….……………….......6
2.3     Faktor-faktor yang menjadikan Amerika Serikat sebagai Pemimpin Blok Barat….……………………….................................................................10
2.4     Bentuk Perang Dingin atau kejadian yang berhubungan dengan Perang Dingin……...............................................................................................13
2.5     Berakhirnya Perang Dingin dan munculnya Amerika Serikat sebagai negara Adidaya Tunggal……..................................................................14

BAB 3. PENUTUP…………………………………………………….....……....18

3.1     Simpulan………………………………………………………....……….18
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………....………21


BAB 1. PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang


Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa AS adalah sebuah negara besar dan sangat kuat, baik di bidang ekonomi, politik, maupun militer. Dari kondisi ini, AS dijuluki dengan istilah “superpower” atau “adi-daya”.

Selesainya perang dingin dan pecahnya bekas Uni Soviet, maka pada saat itu pulalah telah menjadikan AS sebagai satu-satunya negara adi-daya di dunia, paling tidak untuk jangka waktu dekat sampai menengah mendatang. Tak ada kekuatan lain manapun yang dapat mengimbanginya, meskipun AS sendiri memerlukan kesempatan bernafas dan mengkonsolidasikan diri setelah memikul beban berat memenangkan Perang Dingin.

Amerika Serikat merupakan satu-satunya negara yang memiliki kombinasi kemampuan militer, ekonomi, dan politik secara utuh yang mampu mempengaruhi negara-negara lain di dunia, atau dengan kata lain : memimpin dunia internasional.

Di samping itu, AS juga merupakan gudang ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak “kering-keringnya”, dan karena itu, turut mempengaruhi dinamika dunia secara menyeluruh. Selain tidak ada satu negara manapun yang dapat menandinginya dalam kombinasi kekuatan yang diperlukan itu, juga tak ada negara lain manapun yang mempunyai pengalaman memimpin dunia selama setengah abad. Tak ada negara lain yang memiliki bobot dan wibawa di kalangan negara-negara besar dunia.



1.2  Rumusan Masalah

  • 1.2.1        Apakah yang melatar belakangi terjadinya perang dingin?
  • 1.2.2        Bagaimanakah peran Amerika Serikat dalam perang dingin?
  • 1.2.3        Apasajakah fakor-faktor yang menjadikan Amerika Serikat sebagai pemimpin Blok Barat?
  • 1.2.4        Bagaimana bentuk perang dingin atau kejadian yang berhubungan dengan perang dingin?
  • 1.2.5        Bagaimana berakhirnya perang dingin dan munculnya Amerika sebagai negara Adidaya Tunggal?
  • 1.3      Tujuan
  • 1.3.1        Untuk mengetahui latar belakangi terjadinya perang dingin.
  • 1.3.2        Untuk mengetahui peran Amerika Serikat dalam perang dingin.
  • 1.3.3        Untuk mengetahui fakor-faktor yang menjadikan Amerika Serikat sebagai pemimpin Blok Barat.
  • 1.3.4        Untuk mengetahui bentuk perang dingin atau kejadian yang berhubungan dengan perang dingin?
  • 1.3.5        Untuk mengetahui berakhirnya perang dingin dan munculnya Amerika sebagai negara Adidaya Tunggal?



BAB 2. PEMBAHASAN


2.1 Latar belakang Perang Dingin

Perang dingin adalah sebutan bagi sebuah periode di mana terjadi konflik, ketegangan, dan kompetisi antara Amerika Serikat (beserta sekutunya disebut Blok Barat) dan Uni Soviet (beserta sekutunya disebut Blok Timur) yang terjadi antara tahun 1947-1991. Persaingan keduanya terjadi di berbagai bidang, seperti koalisi militer; ideologi; industri, dan pengembangan teknologi; pertahanan; perlombaan nuklir dan persenjataan; dan lain-lain.

Perang dingin bukanlah sekedar perang biasa di mana kedua belah pihak berperang di medan terbuka. Perang dingin merupakan perang antara dua negara adikuasa yang saling berebut pengaruh dalam pergulatan politik internasional. Perebutan pengaruh dimulai dengan saling mencurigai antarnegara adikuasa itu.

Perang Dingin adalah sebutan bagi suatu periode terjadinya ketegangan politik dan militer antara Dunia Barat, yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan sekutu NATO-nya, dengan Dunia Komunis, yang dipimpin oleh Uni Soviet beserta sekutu negara-negara satelitnya. Peristiwa ini dimulai setelah keberhasilan Sekutu dalam mengalahkan Jerman Nazi di Perang Dunia II, yang kemudian menyisakan Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai dua negara adidaya di dunia dengan perbedaan ideologi, ekonomi, dan militer yang besar.

Uni Soviet, bersama dengan negara-negara di Eropa Timur yang didudukinya, membentuk Blok Timur. Proses pemulihan pasca-perang di Eropa Barat difasilitasi oleh program Rencana Marshall Amerika Serikat, dan untuk menandinginya, Uni Soviet kemudian juga membentuk COMECON bersama sekutu Timurnya.

Amerika Serikat membentuk aliansi militer NATO pada tahun 1949, sedangkan Uni Soviet juga membentuk Pakta Warsawa pada tahun 1955. Beberapa negara memilih untuk memihak salah satu dari dua negara adidaya ini, sedangkan yang lainnya memilih untuk tetap netral dengan mendirikan Gerakan Non-Blok. Pecahnya Perang Dingin dengan kedua Blok yang berseteru dilatar belakangi oleh:

1.      Munculnya Amerika Serikat sebagai negara pemenang perang di pihak Sekutu (Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat). Amerika Serikat berperan besar dalam membantu negara-negara Eropa Barat untuk memperbaiki kehidupan perekonomiannya.
2.      Munculnya Rusia (Uni Soviet) sebagai negara besar dan berperan membebaskan Eropa bagian Timur dari tangan Jerman dan membangun perekonomian negara-negara di Eropa Timur. Uni Soviet meluaskan pengaruhnya dengan mensponsori terjadinya perebutan kekuasaan di berbagai negara Eropa Timur seperti Bulgaria, Albania, Hongaria, Rumania, Polandia, dan Cekoslowakia sehingga negara-negara tersebut masuk dalam pemerintahan komunis Uni Soviet.
3.      Munculnya negara-negara yang baru merdeka setelah Perang Dunia II di luar wilayah Eropa. Dampaknya muncul 2 kelompok negara di dunia yaitu negara-negara maju dengan negara-negara berkembang, yang memberikan pengaruh bagi perkembangan politik dan ekonomi dunia.
Faktor-faktor utama yang menyebabkan Perang Dingin :

1.      Penyebaran Ideologi
Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai pemenang Perang Dunia II memiliki paham/ideologi yang berbeda Amerika Serikat memiliki ideologi liberal-kapitalis sedangkan Uni Soviet berideologi komunis. Paham Liberal-Kapitalis (AS) yang mengagungkan kebebasan individu yang memungkinkan kapitalisme berkembang dengan subur bertentangan dengan paham Sosialis-Komunis (US) yang berkeyakinan bahwa paham itu dapat lebih mempercepat kesejahteraan buruh maupun rakyatnya karena negara-negara yang mengendalikan perusahaan akan memanfaatkan keuntungannya untuk rakyat.


2.      Keinginan untuk Berkuasa

Amerika Serikat dan Uni Soviet mempunyai keinginan untuk menjadi penguasa di dunia dengan cara-cara yang baru. Amerika Serikat sebagai negara kreditor besar membantu negara-negara yang sedang berkembang berupa pinjaman modal untuk pembangunan dengan harapan bahwa rakyat yang makmur hidupnya dapat menjadi tempat pemasaran hasil industrinya dan dapat menjauhkan pengaruh sosialis komunis. Masyarakat miskin merupakan lahan subur bagi paham sosialis komunis. Uni Soviet yang mulai kuat ekonominya juga tidak mau kalah membantu perjuangan nasional berupa bantuan senjata atau tenaga ahli. Hal ini dilakukan untuk mempengaruhi negara-negara tersebut.

3.      Berdirinya Pakta Pertahanan

Guna mengatasi berbagai perbedaan yang ada dan kepentingan untuk dapat berkuasa maka negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat mendirikan pakta pertahanan yang dikenal dengan nama NATO (North Atlantic Treaty Organization) atau Organisasi Pertahanan Atlantik Utara. Sementara untuk mengimbangi kekuatan NATO pada tahun 1955 Uni Soviet mendirikan pakta pertahanan yaitu Pakta Warsawa. Anggota Pakta Warsawa yaitu Uni Soviet, Albania, Bulgaria, Cekoslowakia, Jerman Timur, Hongaria, Polandia, dan Rumania.

Berdirinya kedua pakta tersebut menyebabkan muncul rasa saling curiga, ketidakpercayaan, dan kesalahpahaman antara kedua blok baik blok barat maupun blok timur. Amerika dituduh menjalankan politik imperialis untuk mempengaruhi dunia sementara Uni Soviet dianggap melakukan perluasan hegemoni atas negara-negara demokrasi melalui ideologi komunisme.

Keadaan tersebut memicu ketegangan kian memuncak sehingga muncullah persaingan senjata di antara kedua belah pihak. Masing-masing pihak saling diliputi oleh suasana Perang Dingin yang bahkan mengarah pada terjadinya Perang Dunia III.

2.2  Peran Amerika Serikat dalam Perang Dingin


     Kebijakan politik Amerika Serikat dalam Perang Dingin salah satunya adalah dengan menerapkan politik global untuk mencegah meluasnya pengaruh komunisme yang digalakkan oleh Uni Soviet. Pencegahan terhadap meluasnya pengaruh Uni Soviet menjadi kiebijakan Amerika Serikat yaitu yang dikenal dengan Containment Policy, yaitu sebuah strategi politik luar negeri Amerika Serikat untuk membendung kekuatan ekspansi komunisme Uni Soviet.

Kebijakan itu dikeluarkan oleh George Kennan, seorang diplomat Amerika pada tahun 1947, dan menjadi sebuah panduan dalam kerangka politik luar negeri Amerika Serikat dalam kurun waktu 1947-1987. Uni Soviet juga berusaha melancarkan ekspansi politik dan ideologis di berbagai negara kawasan Eropa Timur dan Asia. Hal itu terlihat dari bergabungnya negara-negara Eropa Timur dan Uni Soviet.

Strategi politik Containment Policy tersebut dikembangkan melalui pemberian bantuan ekonomi dan militer kepada negara-negara yang sedang bergejolak. Penerapan penting pertama doktrin pencegahan ini dilakukan di wilayah timur Laut Tengah. Inggris selama ini telah membantu Yunani, dimana kekuatan komunis mengancam kekuasaan monarki dalam perang saudara, dan di Turki, dimana Uni Soviet mendesakkan konsesi teritorial dan hak untuk membangun pangkalan militer di Bosporus. Pada tahun 1947 Inggris memberitahu AS bahwa mereka tidak mampu lagi memberikan bantuan semacam itu. Dengan cepat Departemen Luar Negeri AS membuat rencana bantuan, yaitu:

1.      Dibidang Ekonomi
Dalam upaya mewujudkan Contaiment Policy tersebut, Amerika Serikat memanfaatkan keadaan dimana banyak negara yang membutuhkan bantuan ekonomi untuk memperbaiki negaranya dengan menanamkan pengaruhnya jika tidak maka negara-negara tersebut akan masuk dalam pengaruh kekuasaan ideologi komunis Uni Soviet. Maka Amerika Serikat tampil sebagai negara kreditor bagi negara-negara di luar pengaruh Uni Soviet. Dengan bantuan tersebut selanjutnya mampu membuat kedudukan Amerika menjadi kuat sebab berhasil menciptakan ketergantungan negara peminjam pada Amerika Serikat.

Amerika Serikat akhirnya mengeluarkan beberapa program untuk membangun kembali perekonomian dunia, seperti:

a.       Marshall Plan
            Marshall Plan merupakan program untuk membantu perekonomian negara-negara Eropa Barat. Program ini disetujui dalam konfrensi Paris tahun 1947 dan pemberian bantuan ini diakhiri pada tahun 1951. Sebuah negara dapat memperoleh bantuan ini dengan memenuhi kesepakatan sebagai berikut:
1)      Amerika Serikat akan memberikan pinjaman jangka panjang kepada negara-negara Eropa Barat untuk membangun kembali perekonomiannya.
2)      Sebagai imbalan negara peminjam diwajibkan:
a)      Berusaha menstabilkan keuangan masing-masing negara dan melaksanakan anggaran pendapatan yang berimbang.
b)      Mengurangi penghalang-penghalang yang menghambat kelancaran perdagangan antara negara-negara peminjam.
c)      Mencegah terjadinya inflasi.
d)     Menempatkan perekonomian negara masing-masing negara atas dasar sendi-sendi perekonomian yang sehat.
e)      Memberikan bahan-bahan yang diperlukan Amerika Serikat untuk kepentingan pertahanan.
f)       Meningkatkan persenjataan masing-masing negara untuk kepentingan pertahanan.
g)      Bantuan akan dihentikan apabila di negara peminjam terjadi pergantian kekuasaan yang mengakibatkan negara tersebut melaksanakan paham komunis.
Dengan Marshall Plan maka tertanamlah dasar-dasar terbentuknya kerjasama yang erat antara negara-negara Eropa Barat dalam pembangunan perekonomiannya. Sejak tahun 1951 maka Amerika Serikat lebih mengutamakan konsolidasi pertahanan terhadap kemungkinan meluasnya paham komunis.
b.      Doktrin Truman
Doktrin Truman merupakan kebijakan untuk membantu secara misalnya negara Yunani dan Turki dengan maksud membendung kedua negara tersebut dari pengaruh komunis dan Uni Soviet serta memerangi pemberontakan yang dilancarkan gerilyawan-gerilyawan komunis dalam negeri. Tujuannya untuk mempertahankan Yunani dan Turki dari penetrasi komunis dan menghambat jalur Uni Soviet menuju ke Selatan yang akan mengancam negara-negara Barat. Sebab jika salah satu negara jatuh maka negar tetangga lainnya juga akan jatuh sehingga semua negara akan jatuh kedalam pengaruh komunis.
c.       Point Four Program
Point Four Program merupakan program bantuan dalam bentuk perlengkapan ekonomi kepada negara-negara berkembang. Serta bantuan militer yang diberikan pada negara-negara berkembang khususnya Asia.
d.      Colombo Plan
            Colombo Plan merupakan program kerjasama bagi pembangunan ekonomi di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Program yang dicetuskan di Colombo 1951 dengan peserta pertama negara-negara persemakmuran Inggris yang selanjutnya diikuti Amerika Serikat, Jepang, dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya.
Pada tahun 1957 terbentuklah kerjasama dalam bidang perdagangan antara 7 negara Eropa Barat (Perancis, Italia, Jerman Barat, Belgia, Belanda, Luksemburg, dan Denmark) dengan nama Pasar Bersama Eropa (PBE) Inggris memprakarsai berdirinya daerah perdagangan bebas Eropa yang meliputi 5 negara (Inggris, Norwegia, Swedia, Swiss, dan Austria). Negara-negara di Eropa Timur yang tidak mendapatkan bantuan Marshall Plan karena berhaluan komunis sehingga dampaknya pembangunan ekonomi di Eropa Timur tidak secepat pembangunan ekonomi di Eropa Barat sebab seluruh aktivitas perekonomian diatur dan dikuasai oleh negara (berpusat pada pemerintah). Seluruh industri dimiliki dan dioperasikan oleh pemerintah, pertanian diatur menurut pola pertanian pemerintah dimana hanya sebagian kecil tanah pertanian yang boleh dimiliki secara pribadi. Negara-negara Eropa Timur membangun perekonomian dengan pola Uni Soviet dan prinsip ekonomi komunisme, yaitu melaksanakan pembangunan perekonomian jangka pendek yang dilanjutkan dengan program jangka panjang.
Perkembangan ekonomi negara yang berada di luar Eropa juga mengalami kemerosotan sebab sistem perekonomian mereka sebelum Perang Dunia II terjadi lebih banyak tergantung pada negara-negara Eropa yang memiliki jajahan di Asia, Afrika, dan Amerika. Setelah Perang Dunia II hubungan antara negara-negara Eropa dengan negara jajahan menjadi terputus. Negara-negara jajahan melepaskan diri dan menjadi negara merdeka serta berusaha membangun perekonomiannya sendiri atau dengan bantuan negara lain sehingga tidak dapat membangun perekonomiannya dengan cepat. Negara-negara di luar Eropa terjerat utang untuk membangun perekonomian sehingga perkembangan perekonomiannya tidak secepat negara-negara Eropa Barat.
Jerman dan Jepang tumbuh kembali sebagai negara industri, setelah memperoleh bantuan modal dari Amerika Serikat. Di bentuklah 2 badan ekonomi dunia sebagai perwujudan perkembangan sistem ekonomi kapitalis yaitu IMF (International Monetary Fund) dan Bank Dunia (World Bank). Tugas kedua badan tersebut adalah memberi dan menyalurkan bantuan keuangan kepada negara agar dapat melakukan rekonstruksi dan pembangunan ekonomi negaranya.
2.      Dibidang Militer
Perebutan pengaruh di bidang militer yang paling mencolok antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet adalah dalam pakta pertahanan. Dalam upaya mencegah komunisme, Amerika Serikat membentuk pakta-pakta pertahanan, seperti:
1.      Pakta NATO
            Negara-negara Barat membentuk North Atlantic Treaty Organization (NATO) pada 4 April 1949 sebagai suatu organisasi pertahanan. Negara yang menjadi anggotanya yaitu Inggris, Irlandia, Islandia, Norwegia, Denmark, Belgia, Belanda, Luxemburg, Perancis, Portugal, Kanada, dan Amerika Serikat. Tujuannya untuk membendung komunis mulai dari Eropa Utara sampai Turki dan Yunani. Pada mulanya markas NATO berada di Paris, tetapi setelah Perancis keluar dari NATO, maka NATO didominasi oleh Amerika Serikat. Walaupun Perancis tidak menjadi anggota Blok Timur, tetapi hubungan Perancis dengan Uni Soviet dan RRC lebih baik dibandinkan dengna negara-negara Barat lainnya.
2.      Pakta SEATO
            Di Asia Tenggara dibentuk South East Asia Treaty Organization (SEATO) tahun 1954, atas dasar South East Asia Collective Defence Treaty. Anggotanya yang utama justru negara-negara Barat, sedangkan negara-negara utama di Asia Tenggara seperti Indonesia tidak turut serta. Pakta pertahanan tersebut ditujukan terhadap komunis Asia Tenggara, khususnya di Vietnam. Pakta ini merupakan aliansi militer pimpinan AS didirakan untuk membantu perlawanan terhadap ekspansi komunis di Asia Tenggara. SEATO merupakan keseimbangan tradisional daripendekatan kekuasaan via aliansi eksternal untuk keamanan regional. Sebagai salah satu organisasi yang berdiri di Asia Tenggara, negara-negara utama di Asia Tenggara malah tidak diikutsertakan di SEATO, anggota-anggotanya yang utama justru negara-negara Blok Barat yang dipimpin oleh AS.
3.      Pakta ANZUS
            ANZUS (Australia, New Zealand, and United State), yaitu pakta pertahanan negara-negara Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru pada tahun 1951. Pakta Anzus adalah aliansi militer yang mengikat antara Australia dan Selandia Baru dan, secara terpisah, Australia dan Amerika Serikat bekerjasama dalam hal pertahanan di daerah Samudra Pasifik, meskipun saat ini perjanjian dipahami untuk menghubungkan serangan di daerah manapun.

2.3 Faktor-faktor yang menjadikan Amerika Serikat sebagai Pemimpin Blok Barat
                Pada akhir Perang Dunia II, Amerika Serikat dan Uni Soviet muncul sebagai dua kekuatan super. Menurut Matloff, Perang Dunia II merupakan perubahan mendasar dalam keseimbangan kekuatan internasional, ketika sebuah strategi koalisi demi kemenangan tidak memberi solusi asli atau besar apapun. Sebagian besar Eropa telah dibagi oleh pendudukan Nazi dan kedua kekuatan super ini bertugas untuk menciptakan pemerintahan-pemerintahan baru di negara-negara Eropa. Telah disetujui bahwa pemilihan umum bebas akan dilaksanakan, tetapi Uni Soviet tidak segera melaksanakannya. Ketidakpatuhan Soviet dalam mengadakan pemilu bebas di negara-negara Eropa bekas perang menciptakan hubungan yang menegang dengan Amerika Serikat.
            Amerika Serikat merupakan satu-satunya negara yang memiliki kombinasi kemampuan militer, ekonomi, dan politik secara utuh yang mampu mempengaruhi negara-negara lain di dunia, atau dengan kata lain: memimpin dunia internasional. Di samping itu, Amerika Serikat juga merupakan gudang ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak pernah berkembang dan karena itu, turut mempengaruhi dinamika dunia secara menyeluruh. Selain tidak ada satu negara manapun yang dapat menandinginya dalam kombinasi kekuatan yang diperlukan itu, juga tak ada negara lain manapun yang mempunyai pengalaman memimpin dunia selama setengah abad. Tak ada negara lain yang memiliki bobot dan wibawa di kalangan negara-negara besar dunia. Berikut akan dijelaskan mengenai tiga bidang yang menjadikan Amerika Serikat sebagai pemimpin Blok Barat, yaitu:
1.      Bidang Politik
            Dalam konteks ini, kita dapat berpijak pada dua fundamen pokok kekuatan politik Amerika Serikat sebagai negara adidaya di bidang politik, yakni Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai badan dunia yang bermarkas di Amerika Serikat, dan hak veto sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Kedua hal ini sungguh merupakan senjata pamungkas politik Amerika Serikat bagi dunia internasional. Berbagai fenomena telah menyadarkan kita, bahwa setiap kali muncul peristiwa yaitu politik dalam dunia internasional, baik berskala local, regional, maupun global, selalu menuntut partisipasi Amerika Serikat untuk penyelesaiannya. Proses perdamaian Arab-Israel misalnya, tidak mungkin mencapai tingkat yang memberi harapan seperti sekarang ini tanpa dorongan atau dukungan yang kuat dari Amerika Serikat. Tak ada gagasan strategis di dunia yang dapat terlaksana tanpa bantuan atau persetujuannya.
            PBB merupakan satu-satunya badan yang mencakup semua negara di dunia, kelahirannya di tanah Amerika dan saham yang besar dalam merumuskan cita-cita luhur dibentuknya badan itu. Dalam wadah badan ini pula sistem politik internasional dapat dikembangkan. Dengan sendirinya bagi Amerika Serikat, badan dunia ini, ia menggunakan pengaruhnya untuk mencapai tujuan-tujuannya.
2.      Bidang Ekonomi
            Dalam bidang perekonomian dunia, Amerika Serikat mempunyai kedudukan yang strategis, dan selalu menarik perhatian. Hal ini terjadi bukan saja karena Amerika Serikat merupakan negara dengan perekonomian terbesar, tetapi juga karena selama ini Amerika Serikat selalu dianggap sebagai mesin pertumbuhan (engine of growth) ekonomi dunia, dan sebagai agen pembaharu (agent of change). Setiap perubahan keadaan ekonomi negara itu senantiasa mempengaruhi ekonomi global dalam segala dimensinya (positif atau negatif).Hal ini dapat dimaklumi karena 20% output dunia dihasilkan Amerika, dan karena pasar
            Individualnya yang besar, serta masyarakatnya yang berpendapatan per kapita tinggi. Di samping itu, Amerika Serikat secara keseluruhan menyerap impor dunia sebesar 12% setiap tahun, suatu jumlah yang belum tertandingi negara manapun di dunia. Karena itu, perubahan keadaan ekonomi Amerika Serikat mempunyai dampak global yang tidak kecil.
            Secara singkat dapat dikedepankan bahwa kekayaan pokok Amerika untuk dapat mendominasi perekonomian dunia, meliputi; budaya dan intelektualnya, yang mana keduanya adalah sumber daya manusia bukan sumber daya fisik, dan sangat paten sebagai American style. Kemudian, dan yang paling pokok sebagai urat nadi perekonomian adalah financial, baik dari segi jenis maupun jumlah, yakni jenis mata uang yang digunakan dalam dunia perdagangan dan lainnya, adalah dollar yang merupakan mata uang Amerika. Sedangkan jumlah kekayaan yang nyata Amerika Serikat, meliputi: Gross National Product/GNP (Penghasilan Tahunan Negara) sebesar 5,465 trilyun dollar.


3.      Bidang Militer atau Pertahanan Keamanan

            Pasca perang dunia II, Amerika Serikat telah muncul sebagai negara adidaya. Pasca perang dingin (1990-an), muncul lagi dengan istilah adidaya tunggal dalam bidang militer. Baik dalam kapasitas kesendiriannya maupun dalam kerangka NATO, perhatian Amerika Serikat akan masalah militer sangat besar.

            Dalam masa perang dingin, Amerika Serikat berupaya mengajak Uni Soviet dalam pertarungan berbiaya tinggi. Amerika Serikat akhirnya meruntuhkan Uni Soviet dengan strategi utama mengajak Uni Soviet untuk bersaing dalam perlombaan senjata, sampai ekonominya tidak sanggup lagi membiayainya. Kini, pasca keruntuhan Soviet, Amerika Serikat muncul sebagai satu-satunya negara terkuat di dunia, yang dengan sendirinya bebas mengatur dan menentukan ritme keamanan dunia.

            Amerika Serikat telah merumuskan kembali suatu haluan strategi pertahanan keamanannya untuk menghadapi situasi baru dunia. Salah satu wujudnya terlihat pada upaya Amerika Serikat untuk memperluas wilayah pengaruhnya ke Eropa Timur melalui perluasan keanggotaan NATO ke negara-negara bekas anggota Pakta Warsawa. Selain upaya perluasan pengaruh, juga terus semakin memodernkan persenjataan dan sistem pertahanannya, seperti sistem pertahanan anti-rudal balistik taktis (ATBM).

Kesemuanya ini ditempuh oleh Amerika Serikat bukan lantaran adanya ancaman yang serius terhadap wilayah Amerika Serikat, akan tetapi bagian dari program untuk mempersenjatai diri dengan serba teknologi canggih yang tidak lagi melibatkan unsur personil yang banyak dalam mengelola sistem pertahanannya, tetapi akan dikendalikan serba teknologi canggih, termasuk untuk wilayah-wilayah negara sekutu dan sahabat-sahabatnya.

2.4 Bentuk perang dingin atau kejadian yang berhubungan dengan perang dingin
            Bentuk perang dingin atau kejadian-kejadianyang erat hubungannya dengan perang dingin yaitu Perang Vietnam, Perang Korea, Perang Soviet-Afganistan, Perang Sipil Kamboja, Perang sipil Angola, Perang sipil Yunani, Krisis Kongo, Runtuhnya Tembok Berlin, Revolusi Hongaria, Krisis Iran dan Krisis Misil Kuba.Dalam pembahasan makalah ini Kami selaku penulis lebih memfokuskan atau lebih  memilih mengupas salah satu contoh pembahasan  tentang hubungan AS dalam Perang Vietnam yang terjadi pada tahun 1960-1970-an dan Hubungan AS dengan perang Korea yang terjadi pada I950-an .

2.5 Berakhirnya perang dingin dan munculnya Amerika Serikat sebagai negara Adidaya tunggal
Kedua negara adikuasa akhirnya menyadari bahwa hubungan anatar keduanya sudah sanagat panas, oleh karena itu mereka ingin mengurangi ketegangan yang ada sebelum akhirnya menyebabkan perang terbuka yang diperkirakan akan menghancurkan seluruh dunia dengan adanya Perang Dunia III.
Sehingga sejak 1970-an hubungan antarnegara dunia mulai membaik dan ketegangan dalam perang dingin mulai berkurang. Pengurangan ketegangan terhadap pihak yangbertikai disebut Detente. Detente ditandai oleh peristiwa sebagai berikut :
1.       Isu Berlin Barat dapat diselesaikan dalam meja perundingan tahun 1971.

    Inggris mulai bergabung dengan Masyarakat Ekonomi Eropa.
    Negara barat mulai menjalin hubungan diplomatik dengan RRC pada 1973.
    Terjadi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet dengan ditandatanganinya persetujuan SALT I (Strategic Arm Limited Task) dan SALT II atau pembatasan persenjataan strategis.

Pertumbuhan ekonomi Uni Soviet tidak mengalami pertumbuhan sehingga ekonomi Uni Soviet mengalami kemerosotan yang parah. Sebagai ideologi akhirnya komunisme mulai mengalami kebangkrutan di berbagai belahan dunia sejak 1970an. Berawal dari upaya Uni Soviet untuk mengalihkan energi mereka untuk menyelesaikan masalah dalam negeri mereka. Adapun masalah yang muncul di Uni Soviet antara lain :
a.       ketidakpuasan kelas menengah dan kelompok elit pemerintahan komunis sendiri,

    tekanan kelompok etnis non Rusia,
    korupsi yang timbul di kalangan birokrasi dan partai dalam pemerintahan,
    dana anggaran belanja yang defisit karena biaya pendudukan pasukan Uni Soviet di beberapa negara Eropa Timur,
    ketertinggalan teknologi dan peralatan industri sehingga kapasitas produksi makanan untuk mencukupi kebutuhan rakyatnya menurun.

Perang Dingin akhirnya dapat dikatakan berakhir, dan dikarenakan  oleh beberapa hal antara lain:
  • 1)      Sampai 1980, 11 % GNP Uni Soviet dibelanjakan untuk kepentingan militer. Uni Soviet mengalokasikan dana besar-besaran bagi negara yang berada dibawah kekuasaannya agar negara tersebut tidak lepas dari kendalinya.
  • 2)      Tahun 1980, harga minyak jatuh sehingga keadaan ekonomi Uni Soviet yang tidak stabil benar-benar berhenti. Padahal serbelumnya Uni Soviet sangat tergantung dengan ekspor minyaknya sementara sejak 1980 minyak tidak mampu membiayai Perang Dingin.
  • 3)      Muncul krisis kredibilitas atau kepercayaan terhadap sistem komunisme.Dampaknya muncul pemikiran dari para cendekiawan yang memahami pandangan barat sehingga mendorong munculnya keinginan seperti warga negara di negara-negara non komunis.
Setelah Pasca perang dingin maka Amerika serikat keluar sebagai penguasa atau negara adidaya tunggal yang merajai dunia.Kini Amerika serikat menjadi negara super power di panggung internasional. Amerika telah menyebarkan pengaruhnya ke seantero penjuru dunia baik militer, politik maupun kebudayaannya.

1)      Militer Amerika Serikat

Amerika adalah kekuatan Ekonomi terbesar didunia,setelah runtuhnya Uni Soviet, Amerika berdiri sendiri sebagai negara Adidaya di dunia ini tanpa saingan, Amerika memiliki angkatan Laut dan Udara terkuat dunia  (secara jumlah), yaitu sebanyak 1,559 Angkatan Laut dan sebanyak 18,169 Mesin perang angkatan udara. Amerika memiliki 1,3 Juta Personil aktif dalam militer, Amerika juga negara pemroduksi senjata terbesar di dunia.

2)      Sebagai Polisi Dunia
Ketika perang dingin berlangsung selama 45 tahun maka disitu masih ada dua negara adidaya yang saling berimbang kekuatannya. Akan tetapi sekarang setelah Uni Soviet runtuh maka Amerika Serikatlah yang muncul sebagai kekuatan tunggal untuk merajai dunia. PBB yang mana kala merupakan alat legitimasi nya turut mendukung segala kebijakan pemerintah Amerika Serikat. Amerika Serikat Akan senatiasa turut campur dalam setiap masalah sengketa diantara negara-negra didunia.

Dimana ada masalah sengketa maka secara cepat atau lambat Amerika Serikat akan masuk dan mencoba untuk menengahinya. Walaupun pada garis besarnya Amerika Sertikat sendiri juga mempunyai maksud dibalik itu semua. Dengan kekuatan yang dimilikinya itulah yang digunakan oleh amerika Serikat untuk terus mencoba mengamankan situasi keamanan negara-negara didunia. Sebab jika kita lihat dari sejarah masa lalu, maka tentunya tak heran apabila dari tinggalan-tinggaln kisah masa lampau tersebut memunculkan bibit-bibit perbencian dan bahkan akan senantuasa balas dendam.

Amerika serikat beraksi di Kosovo, Haiti, Somalia dan Liberia, dan Perang Teluk Pertama terhadap Irak yang menginvasi Kuwait. Selepas serangan teroris pada 11 September 2001 di World Trade Center dan Pentagon, AS melancarkan serangan balasan terhadapAfganistan dan menjatuhkan negara Taliban di sana dan pada tahun 2003 melancarkan Perang Teluk Kedua terhadap Irak untuk menyingkirkan rezim Saddam Hussein. Disitulah peran Amerika Serikat sebagai polosi dunia. Walaupun jika dilihat dari berbagai sudut pandang masyarakat luas tidaklah sama, bahkan berpendapat bahwa amerika justru menjadikan masalah atau persengketaan tambah runyam dan besar.

Adapun dalam hal tindakan, Secara garis besar maka tindakan Amerika Serikat sebagai polisi dunia bisa disimpulkan sebagai berikut :
  • 1)   Semakin menguatkan kekuatan militernya baik didalam negerinya sendiri maupun pasukan yang ditempatkan disetiap wilayah. Amerika Serikat akan memperkuat pasukan dalam negerinya dan merambah keluar, dimana pasukan-pasukan yang dikirim kenegara-negara sengketa merupakan angkatan yang sangat kuat dan penuh dengan segala amunisi.
  • 2)   Berupaya untuk selau paling unggul dan menguatkan pengakuan di dunia internasional bahwa Amerika serikat merupakan negara adidaya tunggal dan tidak ada tandingannya.
  • 3)   Akan selalu turut campur dalam setiap sengketa dipelosok dunia ini, apabila sengketa tersebut akan mengganggu eksisrensinya di kancah internasional.
  • Misalnya : Perang Irak-Iran, Perang Israel-Palestina, Revolusi Libya, Revolusi Tunisia, Revolusi Mesir, Pergolakan Libanon, dan masih ada beberapa kasus lainnya didunia. Amerika Serikat bersama PBB selalu masuk sebagai penengahnya dan berupaya menyelesaikan sengketa.
  • Amerika Serikat masuk hampir disemua Benua, baik Asia, Eropa, Amerika, Afrika. Hanya saja disini secara jumlah kebanyakan banyak persengketaan di Timur-Tengah yang sejak dari dulu tak pernah padam sepeti Israel-Palestina ini.
  • 4)   Amerika Serikat masuk dan memberi tawaran Solusi Penyelesaian terhadap negara yang bersengketa dan barulah akan mengambil tindakan apabila jalur diplomasi sudah tak dapat lagi ditempuh. Amerika tidak akan segan untuk mengirimkan militernya dan menumpas negara yang dianggapnya sudah tidak lagi bisa ditoleran.
  • 5)   Segala pemberontakan ataupun intervensi-intervensi yang kiranya membahayakan pengaruhnya maka akan segera ditumapas oleh Amerika serikat. Kebijaksanaan ini diambil karena pada akhir-akhir ini banyak teroris yang dari golongan umat islam mencoba untuk meneror Amerika Serikat sebagai bentuk penolakan terhadap budaya Amerika Serikat.
  • 6)   Sebenarnya secara komprehensip atau menyeluruh maka Amerika Serikat tidak hanya mengandalkan dari segi militer saja, akan tetapi juga perekonomiannya yang sangat maju dan merajai pasaran duni juga politik yang didukung dibelakangnya yaitu PBB ( Perserikatan Bangsa-Bangsa) juga NATO.
  • 7)   Amerika Serikat dalam hal apapun baik regional maupun internasional maka ia akan selalu mengambil keuntungan dan selalu menjaga bagaimana eksistensinya sebagai negara super power ini bisa melekat dan citra sebagai negara pelindung atau negara pengayomnegara-negara lain.



BAB 3. PENUTUP


3.1 SIMPULAN

Perang Dingin adalah sebutan bagi suatu periode terjadinya ketegangan politik dan militer antara Dunia Barat, yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan sekutu NATO-nya, dengan Dunia Komunis, yang dipimpin oleh Uni Soviet beserta sekutu negara-negara satelitnya.

Peristiwa ini dimulai setelah keberhasilan Sekutu dalam mengalahkan Jerman Nazi di Perang Dunia II, yang kemudian menyisakan Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai dua negara adidaya di dunia dengan perbedaan ideologi, ekonomi, dan militer yang besar. Uni Soviet, bersama dengan negara-negara di Eropa Timur yang didudukinya, membentuk Blok Timur.

Kebijakan politik Amerika Serikat dalam Perang Dingin salah satunya adalah dengan menerapkan politik global untuk mencegah meluasnya pengaruh komunisme yang digalakkan oleh Uni Soviet. Pencegahan terhadap meluasnya pengaruh Uni Soviet menjadi kiebijakan Amerika Serikat yaitu yang dikenal dengan Containment Policy, yaitu sebuah strategi politik luar negeri Amerika Serikat untuk membendung kekuatan ekspansi komunisme Uni Soviet.

Amerika Serikat merupakan satu-satunya negara yang memiliki kombinasi kemampuan militer, ekonomi, dan politik secara utuh yang mampu mempengaruhi negara-negara lain di dunia, atau dengan kata lain: memimpin dunia internasional.

Di samping itu, Amerika Serikat juga merupakan gudang ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak pernah berkembang dan karena itu, turut mempengaruhi dinamika dunia secara menyeluruh. Selain tidak ada satu negara manapun yang dapat menandinginya dalam kombinasi kekuatan yang diperlukan itu, juga tak ada negara lain manapun yang mempunyai pengalaman memimpin dunia selama setengah abad. Tak ada negara lain yang memiliki bobot dan wibawa di kalangan negara-negara besar dunia.

Setelah Pasca perang dingin maka Amerika serikat keluar sebagai penguasa atau negara adidaya tunggal yang merajai dunia.Kini Amerika serikat menjadi negara super power di panggung internasional. Amerika telah menyebarkan pengaruhnya ke seantero penjuru dunia baik militer, politik maupun kebudayaannya.




DAFTAR PUSTAKA

  • Lumumba, Patrice. 2009. Amerika Serikat dan Dunia Internasional Abad XXI. Tersedia di: http://alamsemesta.wordpress.com/Amerika-Serikat-dan-Dunia-Internasional-Abad-XXI.html (Diakses pada tanggal 03 April 2014).
  • file.upi.edu/Direktori/...Amerika/BAB_X.Bangsa_Amerika.pdf.
  • Matloff, Maurice. Makers of Modern Strategy. Ed. Peter Paret. Princeton: Princeton.
  • United State Information Science, tanpa tahun, Garis Besar Sejarah Amerika.
  • Wikipedia. 2009. Blok Barat. Tersedia di: http://id.wikipedia.com/blok-barat.html (Diakses pada tanggal 03 April 2014)
  • Wikipedia. 2009. Perang Dingin. Tersedia di: http://id.wikipedia.com/perang-dingin.html (Diakses pada tanggal 03 April 2014)
  • http://bagusajikresnapati.blogspot.com/2012/04/perjalanan-amrika-serikat-menuju.html

No comments

Powered by Blogger.