Posts

Showing posts with the label Kisah Sedih

Kisah Kesedihan Rasulullah saat Pamannya Wafat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang paling ridha terhadap takdir Allah. Beliau adalah teladan, bagaimana selayaknya seseorang bersikap dalam menghadapi ujian hidup. Tapi, beliau juga memiliki sisi manusia umumnya. Merasakan apa yang dirasakan manusia biasa. Beliau merasakan lapar, sakit, perih karena luka, dan bersedih. Di antara peristiwa yang membuat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersedih adalah wafatnya paman beliau, Abu Thalib. Terlebih sang paman wafat dalam keadaan masih memegang agama jahiliyah. Abu Thalib adalah kerabat dan orang terdekatnya. Abu Thaliblah yang mengasuh Nabi sejak berusia 8 tahun. Saat sang kakek meninggal hingga Nabi berusia 40-an tahun. Kedekatan yang luar biasa dengan sang paman terjalin sedari kanak-kanak hingga masa kenabian. Saat Nabi Muhammad menerima wahyu dan mendakwahkannya. Cinta Abu Thalib kepada anak saudaranya itu tak berubah. Walaupun ajaran yang dibawa sang keponakan bertentangan dengan keyakinannya. ...

Kisah Ali Bin Abi Thalib dan Pedang Zulfikar

 "Tidak ada pedang, setajam pedang  Zulfikar dan tidak ada pemuda yang setangguh Ali bin Abu Thalib" Demikianlah slogan yang selalu  didengung-dengungkan oleh kaum  muslimin ketika perang Uhud yang amat  dahsyat itu tengah berlangsung. Dalam perang tersebut, Ali bin Abu Thalib memperlihatkan ketangguhannya sebagai seorang pahlawan islam yang gagah perkasa. Ia di kenal sebagai jagoan bangsa Arab yang mempunyai kemahiran memainkan pedang dengan tangguh. Sementara itu, baju besi yang dimilikinya berbentuk tubuh bagian depan di kedua sisi, dan tidak ada  bagian belakangnya. Ketika di tanya,"Mengapa baju besimu itu tidak dibuatkan bagian belakangnya, Hai Abu Husein?" Maka Ali bin Abu Thalib akan  menjawabnya dengan mudah,"Kalau seandainya aku menghadapi musuhku dari belakang, niscaya aku akan  binasa." Ketika terjadi perang Badar  antara kaum  muslimin dan kaum  kafir Quraisy, di mana kaum muslimin memperoleh kemenangan yang telak, maka...