Strategi ABG Mencari Mangsa - JKW-TGB

Strategi ABG Mencari Mangsa

Karena sudah terbiasa 'menjalin cinta' dengan pejabat, Susan jarang berhubungan dengan orang biasa, "Kalaupun ada, saya pilih mereka yang masih muda. Tapi jarang sekali," katanya. Mereka yang masih muda, biasanya sangat pelit. Tarif yang sudah diberikan sering kali ditawar rendah. Bahkan kadang-kadang merayu mengajak pacaran.

"Bila sudah dilayani, dia minta gratis," ujarnya. Para anak muda menurut Susan, juga sering kali menawarkan obat-obatan untuk mabuk.

Di Bandarlampung terdapat beberapa tempat mangkal para gadis ABG seperti pusat perbelanjaan Tanjungkarang Plaza-Artomoro Jl Kartini, Kafetaria King Super Market Tanjungkarang lantai dasar, Kafe King Supermarket Jl Raden Inten, beberapa diskotek seperti Tower, Swisspub, Santana.

Ayu, 18 tahun, seorang gadis ABG di Casablanca bercerita, ia bisa dibawa tanpa bayar, "Itu kalau saya suka, diajak nonton atau makan juga jadi," katanya.

Tapi kalau yang mengajaknya om-om senang, bandot tua, atau tampang pejabat dia pasang tarif agak tinggi, apalagi sampai nginap beberapa hari. Menurut pengakuan Ayu, asal Palembang ini, dia pernah di-booking pejabat yang menjadi pimpro selama beberapa hari.

"Saya dibayar cukup besar," ujarnya. Karena itu, setiap bertemu 'tamu' Ayu selalu menawarkan diri agar diajak beberapa hari.

"Kalau mereka nginap beberapa hari di Lampung, ya saya juga diajak," ujarnya. Sistem booking beberapa hari, sangat menguntungkan karena tidak perlu lagi mencari mangsa lain. "Juga tidak terlalu capek. Kan tidak setiap malam harus main. Biasanya cuma cium-ciuman atau berangkulan dan menemaninya tidur," ujarnya.

ABG ini juga mengaku punya langganan mulai pejabat PNS, aparat keamanan, mahasiswa, hingga wartawan.

"Mereka semua baik-baik. Uangnya juga lancar. Beberapa dari mereka menjadi pacar saya," katanya. Dengan mempunyai pelanggan seperti itu, Ayu tidak terlalu takut terkena penyakit. "Saya tahu mereka bukan orang sembarangan, pasti jauh dari penyakit," ujarnya.

Powered by Blogger.