Posts

Showing posts from March, 2012

Tarif Cabe di Kota Bandung

Lusi seperti sudah terbiasa ke sejumlah hotel itu. Dia bercerita, kalau tamu dari luar kota, biasanya membawanya ke sebuah hotel yang lokasinya agak tersembunyi di kaki gunung, "Tapi pukul 10 malam, saya sudah minta diantar pulang," katanya.

Di hotel mana pun dia berkencan, tidak pernah menginap karena takut dicurigai orang tuanya. Bila terlambat pulang, ia selalu beralasan pergi main ke rumah temannya. Dan orang tuanya percaya.

Cari JugaHari Besar dan Penting di Indonesia dan DuniaPanduan Menulis dan Penulisan Skripsi di UNIVERSITAS NEGERI DAN SWASTA Cara dan Panduan Menulis Lampiran di SKRIPSI UNIVERSITAS Cara dan Panduan Menulis Eksprimen di SKRIPSI
Tips dan Panduan Penulisan Skripsi dari Bab I - IV

Lusi, siswa sebuah SLTA cukup ternama di Kota Bandung itu, mengaku tidak setiap hari mencari 'mangsa'. "Kalau lagi iseng saja," katanya. Dia memasang tarif Rp 200 ribu untuk sekali kencan.

Lain lagi cerita Yanti. Mahasiswa semester pertama sebuah perguruan ting…

Potret Cabe di Kota Bandung

Ini soal cerita ABG di Kota Bandung. Dalam cerita ini, rata-rata tarif mereka Dua Ratus Ribu. Lusi, namanya. Masih mengenakan pakaian seragam sekolah putih abu-abu, ia berdiri di dekat lampu pengatur lalu lintas di Jl Asia Afrika, Bandung. Ia akan segera mendekat bila ada di antara antrean mobil yang membunyikan klakson atau memberi isyarat dengan lampu.

Seperti sudah biasa, ia menarik pembuka pintu dan duduk di samping pengemudi, "Mau diajak ke mana, Kang," katanya. Itu adalah kalimat pembuka setiap dia masuk ke dalam mobil. Tanpa menunggu jawaban, ia akan menyambung, "Ke plaza dulu ya."

Di salah satu pusat pertokoan yang berada di alun-alun, Lusi langsung menyelinap ke counter pakaian wanita. Ia mengambil sebuah T-shirt. Setelah itu, dia mengatakan, "Bagaimana kalau kita ke atas." Maksudnya ia mengajak ke daerah Lembang.

Lusi menceritakan, ia sudah biasa berkencan di Lembang, "Di sana banyak hotel. Lagi pula lebih aman, nggak ada yang lihat,"…